:: Selamat Datang di Official Website Masjid Al Hikmah Toyan. Semoga bisa menjadi media berbagi dan media silaturahmi untuk saling memotivasi. Tingkatkan Ukhuwah, Jaga Istiqomah. Salam Ikhuwah. Indahnya Berbagi - Mari Menuju Kebaikan dan Perbaikan ::.
| Secara Bertahap Website Ini Akan Migrasi Ke Rumah Baru Kami | www.alhikmahtoyan.org

Sabtu, 11 Mei 2013

Hadapi Lomba, Masjid Al Hikmah Benahi Fisik

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Terkait dengan keikutsertaan Masjid Al Hikmah Toyan sebagai peserta lomba Masjid Paripurna, 4 Mei 2013 Takmir Masjid adakan rapat guna menghadapi lomba dimaksud.

Beberapa hasil keputusan rapat diantaranya akan dilaksanakan pembenahan fisik dan administratif dari semua Unit Kegiatan Masjid (UKM) yang ada. Pembenahan fisik sendiri difokuskan pada penyempurnaan pagar bumi, pembenahan lisplack dan tempat parkir jamaah. Sementara itu, pembenahan fisik pagar bumi telah dilaksanakan beberapa hari sebelum rapat dilaksanakan.

Kusuma Dwi Cahyo, koordinator harian panitia pembangunan yang ditemui admin selepas Rapat pergantian pengurus Remaja Islam Masjid Al Hikmah Toyan menjelaskan bahwa kegiatan pembenahan fisik yang sedang dilakukan adalah pemyempurnaan pagar bumi. Hal ini dimaksudkan untuk memperindah bangunan masjid. ”Sekarang yang sedang direnovasi adalah pagar bumi, parkir dan lisplack masjid merupakan agenda berikutnya,” jelas kusuma yang juga merupakan mahasiswa Semester 8 Jurusan Teknologi Informasi Universitas Teknologi Yogyakarta.

Harapannya semua kegiatan pembenahan fisik terkait keikutsertaan Masjid Al Hikmah Toyan sebagai peserta lomba Masjid Paripurna ini dapat selesai tepat waktu. Sementara itu Hanum Wahyu, mantan Ketua Remaja Islam Masjid ini menambahkan bahwa guna menghemat biaya pelaksanaan pembangunan, konsumsi dijadwalkan kepada jamaah ibu-ibu.

Semoga dengan adanya pembenahan fisik tersebut, akan lebih memperindah masjid terutama beberapa bulan yang akan datang akan memasuki Bulan Mulia Ramadhan sehingga tampak lebih tertata rapi dan bersih. Memenangkan perlombaan sebagai Juara Masjid Paripurna tentu bukan sebuah tujuan akhir, namun penciptaan masjid sebagai sarana silaturahim antar jamaah tentu lebih utama. *[adm]

Selengkapnya → Hadapi Lomba, Masjid Al Hikmah Benahi Fisik

Rabu, 03 April 2013

Permadani, Karya Seni Peninggalan Islam

[alhikmahtoyan.blogspot.com]Permadani merupakan salah satu karya seni peninggalan islam yang bernilai tinggi dan berkembang pesat di era kejayaan Islam. Keindahan motifnya yang diciptakan para seniman di dunia Islam telah membuat takjub peradaban barat.

Permadani sebagai salah satu karya seni peninggalan Islam, telah dikuasai masyarakat Muslim di masa kekhalifahan ini kerap disebut sebagai puncak karya seni. Kepedulian dunia Islam masa lalu terhadap karpet tidak lepas dari kebutuhan kaum Muslimin terhadap barang tersebut. Selain dipakai untuk kenyamanan ibadah khususnya shalat, permadani juga dipakai sebagai hiasan rumah. Pemanfaatan karpet untuk shalat tidak lepas dari konsep kesucian dalam Islam. Hampir semua masjid memilikinya untuk alas bersujud. Masjid Nabawi, Madinah merupakan salah satu masjid yang memanfaatkan fungsi permadani atau karpet ini.

Sejarah cikal bakal seni membuat permadani telah muncul jauh sebelum dunia Islam menjadi adikuasa. Sejarah permadani bermula di Asia Tengah, Persia antara tiga sampai dua millennium Sebelum Masehi (SM). Permadani tertua ditemukan dalam kuburan di Lembah Pazyrik yang diperkirakan berasal dari lima sampai empat abad SM. Sementara tumpukan karpet bersimpul tepi tertua ditemukan di Semenanjung Anatolia Turki yang diperkirakan berasal dari masa Dinasti Saljuk pada pertengahan pertama abad 13.

Pada masa ini, permadani sebagai karya seni peninggalan Islam mencapai tingkat tertinggi dalam teknik, kualitas dan desain. Bahkan, pada masa dinasti inilah sebenernya permadani Islam terbangun. Namun pembuatan permadani sempat terhenti ketika Kekhalifahan Saljuk mulai terpuruk akibat digempur invasi bangsa Mongol pada 1259 Masehi. Persia, Suriah, dan Baghdad sempat jatuh ke tangan Holagu Khan.

Selain Persia, India juga memproduksi karpet dibawah Dinasti Moghul. Sebelum Kekhalifahan Akbar, permadani hanya sedikit yang diproduksi di negeri tersebut. Bahkan motif permadani di India ini, sangat mirip dengan permadani dari Persia, khususnya yang diproduksi dari Kota Herat. Selain itu, berbagai wilayah di Asia, seperti Afghanistan, Irak, Cina mulai memproduksi permadani. Namun dari berbagai produksi itu tidak ada yang bisa mengalahkan karpet dari Persia yang terkenal dengan kehalusan teknik pengerjaan dan nilai seni yang tinggi.

Ketika umat Islam telah mengenal dan menikmati hangat dan empuknya permadani, bangsa-bangsa di barat belum mengetahui adanya permadani. Bahkan, hingga abad ke-18 Masehi hanya sedikit orang barat yang bisa menghadirkan permadani di rumahnya. Permadani mulai ramai digunakan masyarakat barat ketika tentara Perang Salib membawa permadani Turki sebagai oleh-oleh ke seluruh Eropa.

Demikian sekilas cerita tentang permadani sebuah karya seni peninggalan islam, semoga bisa menambah khasanah keilmuan. Aamiin.  *[adm]

Referensi : Hidayatullah

Selengkapnya → Permadani, Karya Seni Peninggalan Islam