:: Selamat Datang di Official Website Masjid Al Hikmah Toyan. Semoga bisa menjadi media berbagi dan media silaturahmi untuk saling memotivasi. Tingkatkan Ukhuwah, Jaga Istiqomah. Salam Ikhuwah. Indahnya Berbagi - Mari Menuju Kebaikan dan Perbaikan ::.
| Secara Bertahap Website Ini Akan Migrasi Ke Rumah Baru Kami | www.alhikmahtoyan.org

Jumat, 28 September 2012

Adab Silaturahim

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Silaturahim merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW mengungkapkan bahwa orang yang gemar bersilaturahim akan diluaskan rezeki dan dipanjangkan usianya.

Sabda beliau SAW, ”Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaknya menyambung tali silaturahim...” (Riwayat Bukhari). Berikut ini beberapa adab silaturahim yang perlu diperhatikan agar dapat memberi manfaat dunia dan akhirat.

Pertama, niat ikhlas. Seseorang yang melakukan silaturahim hendaknya diniatkan untuk mencari Ridho Allah SWT semata. Allah SWT berfirman, ”Padahal tidak ada seseorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (Dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi.” QS. Al Lail [92] : 19-20.

Kedua, memulai dari keluarga yang terdekat. Silaturahim dianjurkan dimulai dari keluarga yang terdekat dan terdapat hubungan darah. Rasulullah telah mewanti-wanti orang yang suka memutus hubungan keluarga. Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya rahmat itu tidak diturunkan kepada kaum yang di dalamnya ada seorang pemutus keluarga.” (Riwayat Bukhari). Dalam riwayat lain Rasulullah bersabda, ”Tidak masuk surga orang yang memutus keluarga.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Ketiga, menyambung hubungan dengan orang yang memutuskannya. Rasulullah SAW, menganjurkan agar setiap Muslim tetap berupaya menyambung tali silaturahim dengan karib kerabat, walaupun mereka selalu berusaha memutusnya.

Keempat, membawa sedekah saat silaturahim. Sedekah merupakan pintu silaturahim dan persaudaraan. Rasulullah SAW menganjurkan agar memberi sedekah kepada yang lain, termasuk orang yang membenci kita. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda, ”sebaik-baiknya sedekah adalah sedekah yang diberikan kepada karib kerabat yang benci.” (Riwayat Al Hakim).

Kelima, orang yang lebih muda sebaiknya mendatangi yang lebih tua, begitu juga seorang Muslim mendatangi yang lebih alim dan bertakwa. Demikian beberapa adab silaturahim. Semoga bermanfaat. *[adm]

Referensi : Suara Hidayatullah | Sambung Silaturahim | Kajian Silaturahim Remaja

Selengkapnya → Adab Silaturahim

Rabu, 26 September 2012

Tiga Golongan Manusia Dalam Memandang Dunia

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – ”Dan carilah apa yang telah dianugerahkan Allah padamu (kebahagiaan) akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) dunia”, QS. Al Qashash [28] : 77.

Jika diklasifikasikan secara kasar, ada tiga golongan manusia dalam dalam memandang dunia. Golongan pertama, orang yang berpandangan ”Dunia No, Akhirat Yes”. Golongan ini tidak atau kurang memperhatikan urusan dunia. Sebaliknya mereka hanya menyibukkan diri dalam urusan akhirat semata. Bagi mereka urusan pakaian, tempat tinggal bahkan keluarga tidaklah terlalu penting.

Golongan kedua, ”Dunia Yes, Akhirat No”. Golongan ini berpandangan bahwa dunia ini seluruhnya adalah materi dan apa yang ada dihadapannya adalah keehidupan yang  sebenarnya. Mereka hanya percaya terhadap apa yang dilihat dengan kasat mata dan dapat dirasakan oleh indera. Di luar itu, mereka tidak percaya. Mereka tidak percaya alam ghaib, termasuk alam kubur, alam akhirat, bahkan mereka tidak percaya Allah SWT.

Mereka terekam dalam Al Quran, ”Dan mereka berkata, ’Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa’. Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah menduga-duga.” (QS Al Jatsiyah [45] : 24.

Golongan ini jauh lebih sesat dan membahayakan dibanding golongan sebelumnya. Mereka rakus dan tamak terhadap dunia. Mereka tidak mempunyai tujuan hidup kecuali sekadar mempertahankan hidup di dunia ini saja. Segala aktifitas hidupnya hanyalah untuk menunjang kehidupan mereka di dunia saja, titik. Hidup mereka tak beda dengan binatang, bahkan lebih rendah lagi.

Sedangkan golongan ketiga, ”Dunia Yes, Akhirat Yes”. Golongan ini memandang dunia sebagai jembatan yang mengantarkan pada tujuan hidup yang sebenarnya. Dunia penting bagi mereka, demikian juga akhirat jauh lebih penting lagi. Kedua-duanya tidak ada yang diabaikan. Karunia hidup di dunia dinikmati dan disyukuri, sementara keehidupan akhirat dikejar dan dicari.

Golongan ini memandang dunia tidak lebih dari sebuah ladang yang subur untuk bercocok tanam. Itulah sebabnya mereka tidak pernah berhenti beribadah, mengais rezeki, bermuamalah, memberi nafkah keluarga, dan bermasyarakat guna mencari ridha Allah SWT yang kelak hasilnya dapat dipanen diakhirat. Wallohu A’lam. *[adm]

Referensi : Suara Hidayatullah

Selengkapnya → Tiga Golongan Manusia Dalam Memandang Dunia