:: Selamat Datang di Official Website Masjid Al Hikmah Toyan. Semoga bisa menjadi media berbagi dan media silaturahmi untuk saling memotivasi. Tingkatkan Ukhuwah, Jaga Istiqomah. Salam Ikhuwah. Indahnya Berbagi - Mari Menuju Kebaikan dan Perbaikan ::.
| Secara Bertahap Website Ini Akan Migrasi Ke Rumah Baru Kami | www.alhikmahtoyan.org

Selasa, 04 September 2012

Rasul Menyeru Agar Bertauhid

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Beriman kepada para rasul berarti membenarkan dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT mengutus pada setiap umat seorang rasul dari kalangan mereka sendiri.

Tugas rasul sendiri mengajak kepada umatnya untuk beribadah kepada Allah SWT sekaligus mengingkari segala sesembahannya. Semua rasul, senak Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW mendapat tugas yang sama, yaitu menyeru manusia agar bertauhid. Artinya manusia diseru agar hanya beribadah kepada Allah SWT, tanpa menyekutukannya. Semua rasul bersikap tegas dan keras terhadap kemusrikan dan kekafiran. Mereka tidak mengenal toleransi dalam masalah ini.

Beriman kepada para rasul berarti juga menyakini bahwa mereka adalah orang yang benar dan dibenarkan, orang yang baik, lurus, mulia, bertakwa dan terpeercaya. Mereka juga membawa petunjuk dan mendapatkan petunjuk yang didukung dengan bukti-bukti nyata dan ayat yang jelas dari Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW, menjelang wafatnya dalam peristiwa khutbatul wada’, ditengah ribuan jamaah haji, Rasulullah SAW mengecek tugas risalahnya. Beliau bertanya langsung kepada para Sahabat apakah beliau telah menyampaikan pokok-pokok ajaran Islam, dan Para Sahabat saat itu menjawab ya.

Tugas kita sekarang, terutama para ulama yang menjadi pewaris para nabi (waratsatul anbiya), adalah menjaga kemurnian agama dari segala bentuk penyimpangan baik penyesatan, pemalsuan, penambahan (bid’ah) maupun pengurangan. Gerakan tajdid sepanjang masa adalah upaya untuk memurnikan kembali ajaran agama pada ajaran aslinya.

Mengimani pada Rasul juga berarti meyakini bahwa mereka memiliki otoritas mutlak dalam menterjemahkan dan mempraktikkan syariat Allah SWT dalam kehidupan nyata.

Dengan demikian, maka tafsir yang paling benar terhadap Kalamullah, Al Quran adalah Al Hadist Nabi Muhammad SAW. Karenanya pula, jika ingin selamat maka kita harus berpegang kepada keduanya. *[adm]

Referensi : Larangan Mempersekutukan Allah | Iman Kepada Malaikat | Suara Hidayatullah

Selengkapnya → Rasul Menyeru Agar Bertauhid

Senin, 03 September 2012

Mengokohkan Iman Kepada Malaikat

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Beberapa tahapan untuk mewujudkan peradaban yang dilandasi oleh kayakinan kepada Sang Pencatat Amal sedikitnya menyangkut 3 (tiga) hal, diantaranya sebagai berikut.

Pertama, Mengetahui dan mengenal dengan baik para malaikat dan tugas-tugasnya, terutama malaikat yang berinteraksi secara langsung dengan manusia, baik sewaktu hidup di dunia maupun diakhirat kelak.

Beberapa malaikat yang bisa diketahui namanya oleh umat Islam berdasarkan dalil dan keeterangan yang shahih dari Al Quran dan As Sunnah adalah Jibril, Mikail, Israfil, Mungkar, Nakir, Ridwan, Harut, Marut dan Zabaniyah. Adapun beberapa nama yang sudah terlanjur populer dikalangan kaum Muslim seperti Izrail, Raqib, Atid tidak berdasarkan dalil dan keterangan yang shahih.

Kedua, Senantiasa berdoa dan meminta bantuan kepada Allah SWT agar berkenan menolong melalui malaikat-Nya. Sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW dalam Perang Badar. Beliau berdoa kepada Allah SWT diantaranya, ”Ya Allah tunaikanlah janji-Mu kepadaku. Ya Allah bantuan-Mu yang telah Engkau janjikan.

Ketiga, Mencintai dan memelihara ibadah dan amal saleh serta berakhlak yang baik (akhlakul karimah). Ini bukti atas kesadaran bahwa setiap langkah dan perbuatan senantiasa diawasi dan dicatat secara langsung oleh para malaikat.

Beriman kepada malaikat dapat meningkatkan pengetahuan kepada yang ghaib serta terhindar darri perbuatan syirik, khurafat, takhayul dan bid’ah. Semoga *[adm]

Referensi : Larangan mempersekutukan Allah

Selengkapnya → Mengokohkan Iman Kepada Malaikat