skip to main |
skip to sidebar
[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Sebagai wujud komitmen dalam memberikan informasi kepada Ramadhanist, sebutan pendengar Radio Komunitas Suara Ramadhan 88 MHz, sejak dibukanya Turnamen Badminton Ramadhan Cup I beberapa hari yang lalu (Rabu, 25 Juli 2012,admin), Radio Komunitas ini selalu memberikan liputan khusus dari arena turnamen.
Direktur Siar Radio Komunitas Suara Ramadhan 88 MHz, DJ OI menjelaskan bahwa liputan ini dimaksudkan untuk mendukung terselenggaranya Turnamen Badminton yang diadakan Unit Kegiatan Masjid (UKM) Al Hikmah Toyan yaitu AHITO Badminton Club. “Supaya pendengar tahu dan bisa terus memantau perkembangan turnamen yang ada,” kata OI.
Adapun agenda liputan meliputi informasi skoring hasil pertandingan dan siaran langsung (live) dari arena pertandingan yang dipandu langsung oleh DJ Kriwil. Karena pelaksanaan pertandingan dijadwalkan pada pukul 22.00 WIB sampai dengan selesai, OI menjelaskan bahwa liputan khusus tersebut diselipkan pada acara Ramadhan Show.
Kegiatan liputan seperti ini bukanlah hal baru bagi Radio Komunitas Suara Ramadhan 88 MHz. Pada tahun-tahun sebelumnya juga telah dilaksanakan hal serupa yaitu pada waktu acara buka bersama dan Kajian Silaturahim Remaja, Pengajian Pra Ramadhan, Nuzulul Quran serta Khataman Qur’an. “Namun untuk kegiatan olahraga memang baru pertama kali ini dilakukan”, jelas Iman, nama asli DJ OI.
Lebih jauh OI berharap, bahwa apabila ada rekan-rekan Remaja Islam Masjid yang berkeinginan untuk menginformasikan kegiatan yang dilakukan di lingkungan masjidnya selama Ramadhan dapat menghubungi kru yang ada di Studio I Radio Komunitas Suara Ramadhan, Komplek Masjid Al Hikmah Toyan.
Semoga apa yang dilakukan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi Ramadhanist, katanya sambil tersenyum. Aamiin, Semoga. *[adm]
Referensi : Radio KSR | On Air Tahun Ke-8 | Kajian Silaturahim Remaja | Nuzulul Qur’an
Selengkapnya → Radio Suara Ramadhan : Liputan Khusus Badminton Ramadhan Cup

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Salah satu agenda Semarak Ramadhan 1433 Hijriyah diantaranya kuliah subuh. 30 Juli 2012, salah satu pembicara, Drs. Ambar Jazil Was’an merefleksi tentang puasa yang sudah kita lakukan selama 10 hari pertama.
”10 (sepuluh) hari pertama ini adalah tahapan pelimpahan rahmat,” kata Jazil. Dalam kesempatan tersebut Jazil juga mengajak kepada jamaah yang hadir, bahwa hari-hari disisa ramadhan harus diisi dengan peningkatan amalan, baik wajib maupun sunnah.
Lebih lanjut, dalam puasa biasanya banyak hal kecil yang seringkali tidak sadar dilakukan, padahal hal tersebut akan merusak pahala puasa. Hal tersebut diantaranya membicarakan orang lain, menggunjing, dan berbicara yang tidak ada gunanya, serta perkataan yang dapat membuat tersinggung/marah, atau bahkan marah itu sendiri.
Idealnya, puasa diisi dengan kesabaran, karena esensi puasa adalah menahan. Salah satunya adalah menahan marah. ”Jangan suka mengumbar marah, senyum/tertawalah, karena hal itu dapat menyebabkan awet muda,” ungkap Jazil.
Sementara itu senyum/tertawa dapat digolongkan dalam kategori shodaqoh, tentu senyum/tertawa yang tepat waktu dan tidak dilakukan sembarang tempat. Menurut ilmu kesehatan, senyum dapat mengeluarkan salah satu hormon dalam tubuh yang dapat menyehatkan. Horman itu juga dapat keluar ketika kita sedang shalat.
Umat Islam yang mempunyai ajaran tersebut seringkali mengabaikan dan melupakan hal itu. Konsep senyum yang ada dalam Islam itu justru diambil dan dipakai oleh kaum liberalis, kapitalis, non muslim. Contohnya di bank dan dinegara barat. Di Bank, senyum adalah Standar yang harus dilakukan dalam melayani customer, karena menurut penelitian hal tersebut akan sangat berpengaruh pada omzet dari bank itu sendiri.
”Kalo dalam keseharian selama ini belum ada senyum yang menghias wajah kita, mari jadikan ramadhan ini untuk berlatih senyum,” ajak Jazil. Senyum melatih tidak boleh marah, sehingga setelah Ramadhan usai, tetap ada senyum yang mengembang di dari bibir kita.
Sikap istiqomah dalam mempersaksikan diri atas ramadhan, memang tidak mudah dijalani. Mari Bismillah, persiapkan diri menghadapi hari-hari selanjutnya dibulan suci ini. *[adm]
Referensi : 10 Hari Pertama Ramadhan 1432 H
Selengkapnya → Senyum : Refleksi 10 Hari Pertama Ramadhan 1433 HijriyahSalah satu agenda Semarak Ramadhan 1433 Hijriyah diantaranya kuliah subuh. 30 Juli 2012, salah satu pembicara, Drs. Ambar Jazil Was’an merefleksi tentang puasa yang sudah kita lakukan selama 10 hari pertama.