:: Selamat Datang di Official Website Masjid Al Hikmah Toyan. Semoga bisa menjadi media berbagi dan media silaturahmi untuk saling memotivasi. Tingkatkan Ukhuwah, Jaga Istiqomah. Salam Ikhuwah. Indahnya Berbagi - Mari Menuju Kebaikan dan Perbaikan ::.
| Secara Bertahap Website Ini Akan Migrasi Ke Rumah Baru Kami | www.alhikmahtoyan.org

Rabu, 27 Februari 2013

Kiat Ikhlas Beramal

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Ada beberapa faktor yang dapat membangkitkan keikhlasan pada diri seseorang. Baik pembangkit jiwa, pemikiran, dan aspek-aspek yang bersifat praktis. Berikut akan diulas kiat ikhlas beramal.

Pertama, pengetahuan yang mendalam tentang hakikat keikhlasan. Hendaknya kita memahami dan merasakan pengaruh ikhlas bagi diri kita, baik di dunia maupun di akhirat. Kita juga harus memahami bahaya dari kebalikannya, yakni, riya’ dengan mencari perhatian makhluk. Hal itu dapat mendorong kita untuk beramal dengan ikhlas. Allah SWT berfirman, ”Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan, dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah, baik yanga da di bumi maupun yang ada di langit”. QS. Ibrahim [14]:38.

Kedua, berteman dengan orang-orang ikhlas. Kualitas agama seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya. Karena pada dasarnya manusia adalah anak sebuah lingkungan (anasu ibdul biah). Rasulullah SAW mengatakan bahwa orang mukmin itu cerminan bagi mukmin yang lain. Oleh karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan untuk mencari tetangga terlebih dahulu sebelum membangun rumah. Perlunya bergaul dengan orang-orang ikhlas adalah agar kita dapat meneladaninya, belajar dari pola kehidupan mereka, dan berakhlak dengan akhlak mereka.

Ketiga, membaca biografi orang-orang ikhlas. Mempelajari kisah-kisah pendahulu akan mengacu kita berbuat ikhlas. Kita akan tahu bahwa keikhlasantersebut dapat membuat nama mereka harum, dijadikan buah bibir generasi belakangnya. Banyak sekali orang-orang shalih dari masa lalu maupun masa sekarang yang layak dijadikan teladan.

Keempat, menempa diri dengan mujahadan dan riyadhatun nafs. Keikhlasan tidak datang secara instan, tetapi memerlukan perjuangan panjang dan berliku. Caranya, dengan menggunakan media yang dapat dijadikan wasilah untuk selalu kontak kepada Allah SWT secara berkesinambungan. Wasilah itu adalah ibadah harian (yaumiyyah), pekanan (usbu’iyah), bulanan (syahriyah), tahunan (‘amiyah) sekali seumur hidup (marrotan dil ‘umri).

Kelima, berdoa dan meminta tolong kepada Allah SWT. Dalam menempuh perjalanan menuju Allah SWT, kita mustahil sanpai tanpa memohon perlindungan dan pertolongan Allah SWT. Kondisi hati yang labil memerlukan penguatan. Yakni kekuatan yang bersumber dari Zat yang dapat Membolak –balikkan hati. Allah SWT berfirman “Hanya Engkaulah yang kami sembah (taat dan patuh) dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. QS. Fatihah [1]:5.

Manusia dapat digelincirkan oleh setan dari berbagai arah. Kecuali arah atas dan arah bawah. Arah atas simbol kesucian Allah SWT dan arah bawah lambang ketundukan hamba kepada Allah SWT. *[adm]

Selengkapnya → Kiat Ikhlas Beramal

Selasa, 26 Februari 2013

Adab Saat Turun Hujan

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Musim hujan telah tiba. Menyikapi hal itu Islam mengajarkan kepada umatnya untuk memperhatikan adab-adab di musim hujan ini. Diantara adab tersebut akan diuraikan di bawah ini.

Pertama, bersyukur kepada Allah SWT. Tidak ada setetes air hujan yang membasahi bumi ini kecuali atas kehendak Allah SWT. Ia merupakan rahmat Allah SWT, kepada bumi dan seisinya. Melalui hujan Allah SWT menumbuhkan berbagai tanaman untuk memberi rezeki kepada umat manusia. Dalam Al Quran Allah SWT berfirman : ”Dan Kamu turunkan dari langit air yang penuh berkah lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam, dan pohon korma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun, untuk menjadi rezeki bagi hamba-hamba (Kami) dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan. QS. Qaaf [50] : 9-11.

Kedua, berdoa kepada Allah SWT agar hujan tersebut membawa manfaat. Adalah Rasulullah SAW yangketika melihat hujan langsung berdoa : Allahumma Shoyyibannafi’an. yang artinya : Ya Allah, jadikan hujan ini sebagai hujan yang membawa manfaat dan keberkahan (Riwayat Bukhari).

Ketiga, menguyur sebagian badan dengan air hujan, ketika hujan datang Rasulullah SAW membasahi badannya dengan air hujan, Dari Anas RA, dia berkata, ”Hujan mengguyur kami, beserta Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW menyingkap sebagian bajunya sehingga hujan membasahi sebagian tubuhnya. Kami bertanya kepada beliau, ”Wahai Rasulullah SAW, mengapa engkau melakukan hal itu?”. Beliau menjawab, ”Aku melakukannya karena hujan tersebut adalah rahmat yang baru saja diciptakan oleh Allah SWT” (Riwayat Muslim).

Keempat, banyak berdoa. Hujan merupakan salah satu tanda dikabulkannya doa seorang hamba. Dalam sebuah Hadist disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Carilah doa yang mustajab pada 3 (tiga) keadaan, (1) Bertemunya dua pasukan, (2) Menjelang shalat dilaksanakan, (3) Saat turun hujan. (Riwayat Iman Syafi’i dan Al Baihaqi.

Kelima, bedoa agar cuaca cerah kembali. Apabila hujan turun dengan derasnya dan dikhawatirkan membawa mudharat, kita dianjurkan untuk berdoa kepada Allah SWT agar cuaca dicerahkan kembali. Sebagiamana Riwayat Anas, Rasulullah SAW berdoa, “Ya Allah, turunkanlah hujan di daerah sekitar kami, bukan di daerah kami. Turunkanlah hujan di perbukitan, pegunungan di lembah-lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan”.

Keenam. Berdoa ketika mendengar petir yang mengkhawatirkan. Dari abdillah Ibnu Umar RA, bahwa Rasulullah SAW apabila mendengar suara petir, maka beliau berujar : “ Ya Allah, janganlah Engkau hancurkan kami dengan kemarahan-Mu dan janganlah Engkau binasakan kami dengan azab-Mu, selamatkanlah diri kami sebelum hal tersebut terjadi” (Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad, Tarmidzi dan Hakim).

Demikian beberapa hal dalam menyikapi hujan. Semoga bermanfaat. *[adm]

Selengkapnya → Adab Saat Turun Hujan