:: Selamat Datang di Official Website Masjid Al Hikmah Toyan. Semoga bisa menjadi media berbagi dan media silaturahmi untuk saling memotivasi. Tingkatkan Ukhuwah, Jaga Istiqomah. Salam Ikhuwah. Indahnya Berbagi - Mari Menuju Kebaikan dan Perbaikan ::.
do follow

Website Masjid Al Hikmah Toyan

| Secara Bertahap Website Ini Akan Migrasi Ke Rumah Baru Kami | www.alhikmahtoyan.org

Sabtu, 02 Juli 2011

Gotong Royong, Budaya Yang Semakin Pudar

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Setelah beberapa saat yang lalu, telah dilaksanakan pembuatan infrastruktur cor blok ruas jalan timur laut masjid, kini giliran jalan sebelah barat laut masjid yang menjadi sasaran.

Pembuatan cor blok ruas jalan sepanjang 75 meter itu dilaksanakan pada Hari Rabu, 29 Juni 2011, bertepatan dengan hari libur memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW dan dilaksanakan secara gotong royong oleh warga RT 21 serta jamaah Masjid Al Hikmah Toyan.

”Pembuatan cor blok sengaja dilaksanakan pada hari libur, dengan tujuan agar seluruh warga bisa ikut berpartisipasi”, kata Saridjo, Ketua RT 21. Lebih lanjut Saridjo, yang juga Takmir Masjid Al Hikmah Toyan itu menambahkan, bahwa stimulan dari Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berupa semen itu segera dimanfaatkan dengan alasan semakin dekatnya Bulan Suci Ramadhan 1432 Hijriyah. Harapannya ramadhan tahun ini jalan sudah bisa dimanfaatkan oleh jamaah yang akan menuju masjid.

Pelaksanaan gotong royong sendiri diikuti oleh kurang lebih 30 orang warga, baik tua maupun muda. Jumlah yang tidak sedikit untuk kegiatan yang bersifat sosial. Iman, salah seorang warga RT 21 menambahkan ”Finishing kegiatan ini, akan dilaksanakan beberapa minggu kedepan, pada hari libur tentunya”.

Pelajaran penting yang bisa diambil dari pelaksanaan kegiatan itu adalah budaya gotong royong. Dewasa ini, nampaknya budaya gotong royong semakin surut ditengah masyarakat kita, apalagi di kota-kota besar, dimana masing-masing warga masyarakat mempunyai segudang kesibukan pribadi yang luar biasa.

Bukan tak mungkin, kedepan budaya gotong royong ini tidak hanya pudar namun akan hilang dari peredaran. Entah dengan alasan kesibukan, atau dengan alasan lebih mudah membayar pekerja untuk melaksanakan hal tersebut, budaya gotong royong inipun menjadi pemandangan yang semakin jarang kita jumpai. Allohu A’lam. *[adm]

Facebook Comments
0 Blogger Comments