:: Selamat Datang di Official Website Masjid Al Hikmah Toyan. Semoga bisa menjadi media berbagi dan media silaturahmi untuk saling memotivasi. Tingkatkan Ukhuwah, Jaga Istiqomah. Salam Ikhuwah. Indahnya Berbagi - Mari Menuju Kebaikan dan Perbaikan ::.
| Secara Bertahap Website Ini Akan Migrasi Ke Rumah Baru Kami | www.alhikmahtoyan.org
Tampilkan postingan dengan label Taqarrub. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taqarrub. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Oktober 2014

Taqarruf Dengan Kurban 1435 Hijriyah

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Berbeda dengan pelaksanaan kurban pada tahun sebelumnya, Kurban sebagai sarana taqarruf tahun ini dilaksanakan pada hari kedua Ahad, 05 Oktober 2014.


Pelaksanaan penyembelihan kurban pada hari kedua diambil dengan pertiimbangan bahwa Hari Ahad semua Keluarga Besar libur sehingga dapat mengikuti kegiatan penyembelihan. Hal itu diungkapkan Slamet Riyadi, Ketua Takmir Masjid Al Hikmah Toyan. “Penyembelihan dilaksanakan pada Hari Ahad dengan mempertimbangkan bahwa Ahad hari libur”, ungkapnya. Sementara itu Sholat Idul Adha 1435 Hijriyah sendiri dilaksanakan pada Hari Sabtu, 04 Oktober 2014 di Komplek Jembatan Timbang Kulwaru.


Lebih lanjut Slamet menambahkan bahwa penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di Komplek Masjid Al Hikmah Toyan dengan jumlah hewan 6 ekor Sapi dan 4 ekor kambing, jumlahnya sama dengan jumlah hewan pada tahun 1433 Hijriyah silam.

Dalam konteks berbagi, selama beberapa tahun terakhir Masjid Al Hikmah Toyan selalu menyisihkan beberapa kilogram daging atau beberapa hewan kurban untuk disalurkan kepada saudara-saudara muslim yang masih kekurangan diluar jamaah masjid. Tahun ini sebanyak 4 kambing disalurkan ke daerah batas dan minim daging  yaitu disaurkan melalui Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wates Selatan.

Dalam rangka taqarrub kepada Allah SWT, harapannya di tahun-tahun mendatang kesadaran akan berkurban ini akan terus bertambah. Dalam berkurban, hewan yang disembelih tidak perlu besar, namun yang penting tetap memperhatikan atau memenuhi syarat yang telah ditentukan secara syar’i. ”Lebih bagus kalau yang terbaik, gemuk dan besar, tapi kalau tidak yang penting memenuhi syarat”, kata Wagiran, Kepala Bidang Pembangunan Takmir Masjid.

Semangat berkurban yang diwujudkan dalam menyembelih hewan dalam rangka mendekatkan diri (taqarrub) kepada Sang Rahman pada tahun ini, diharapkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga. Aamiin. *[SAP]

Selengkapnya → Taqarruf Dengan Kurban 1435 Hijriyah

Kamis, 19 April 2012

Tujuh Kiat Menjernihkan Hati

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Agar struktur ruhani dan mata hati seseorang tetap tajam untuk melihat kesejatian, berikut akan disampaikan kiat-kiatnya.

Pertama, mengubah cara pandang tuhan, diri sendiri (susunan fisik dan ruhani), misi kehadirannya di dunia dan alam. Ini merupakan langkah dasar dalam rangka mentauhidkan-Nya, yaitu mempersembahkan sebaga bentuk ibadah hanya kepada-Nya dan membebaskan diri dari segala bentuk penghambaan kepada selainn-Nya.

Kedua, berinteraksi secara intensif dengan Al Qur’an dan menghayati maknanya. Allah SWT mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita (kekafiran) kepada cahaya (iman) yang terang benderang dengan se-izinnya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

Ketiga, banyak berzikir ketika berada dalam keramaian maupun sendirian. Dengan banyak berzikir akan timbul perasaan takut kepada Allah SWT dan berusaha untuk senantiasa menghadirkan-Nya dimana pun kita berada.

Keempat, Mengembara ke akhirat dan mengingat kematian. Mata hati akan selalu jernih dan tajam ketika selalu diajak mengembara ke alam akhirat dan seakan-akan telah sampai di sana dan merasa seperti telah menjadi penghuninya.

Kelima, Rajin melakukan Shalat Malam, Sabda Rasulullah, tetaplah kalian melakukan shalat malam. Sebab Shalat malam merupakan kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian. Mendekatkan diri kepada Allah SWT, mencegah dosa, mengapus kejahatan dan mengusir penyakit adan.

Keenam, Berkumpul dengan orang saleh. Diantara ciri orang yang saleh, adalah taat dan kontinyu beramal saleh serta selalu berusaha mengikhlaskannya, menyibukkan diri dengan kelemahan dirinya sendiri, tidak sibuk dengan aib orang lain, dan bersemangat dalam menghadapi permaalahan ummat.

Ketujuh, Banyak bermuhasabah. Muhasabah adalah menghisab dirinya ketika selesai melakukan suatu amal peerbuatan /pekerjaan. Muhasabah adalah indikator penting ketakwaan seseorang. Allohu A’lam. *[adm]
Referensi : Kiat menjadi pendengar yang baik

Selengkapnya → Tujuh Kiat Menjernihkan Hati

Selasa, 08 November 2011

Ketupat Di Malam Idul Adha 1432 Hijriyah

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Ahad, 06 Nopember 2011, disambut oleh Keluarga Besar Masjid Al Hikmah Toyan dengan berbagai rangkaian kegiatan.

Agenda rutin malam Idul Adha yaitu kupatan tetap dilaksanakan seperti biasanya. Kegiatan malam Idul Adha sendiri telah dimulai pada 1 (satu) hari sebelumnya, dengan pembuatan ketupat dan dilanjutkan pada Sabtu, 05 Nopember 2011.

Dalam kegiatan kupatan tersebut juga disampaikan tausyiah/pengajian ringan. Acara dilanjutkan dengan takbiran dan persiapan penyembelihan hewan kurban yang sedianya akan dilaksanakan pada keesokan harinya.

Cuaca mendung dan hujan yang dalam beberapa hari terakhir mengguyur wilayah Toyan, Wates, Kulon Progo tak menghalangi jamaah untuk menghadiri salah satu rangkaian acara Idul Adha 1432 Hijriyah tahun ini. Buktinya, sejumlah kurang lebih 150 jamaah hadir dalam kesempatan tersebut.

Alhamdulillah, ”Semoga semangat seperti ini tetap terjaga dan terkondisi pada tahun-tahun mendatang”, kata Sri Agung, Kepala Bidang Pendidikan Takmir Masjid Al Hikmah Toyan.

Lebih lanjut Sri Agung menambahkan, bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari memeriahkan suasana Idul Adha 1432 Hijriyah dan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan dan pergerakan.

Persiapan yang dilakukan oleh Remaja Islam Masjid (Rismas) pun tergolong lancar. Walaupun beberapa anggota Rismas pada Hari Sabtu, 05 Nopember 2011 ada yang masih masuk sekolah, namun persiapan pengajian dan kupatan tetap dapat berjalan dengan baik. *[adm]
Referensi : Al Hikmah Siap Idul Adha 1432 Hijriyah

Selengkapnya → Ketupat Di Malam Idul Adha 1432 Hijriyah

Jumat, 04 November 2011

Adab Menyembelih Hewan Kurban

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Menyembelih hewan kurban merupakan ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ini didasarkan pada firman Allah SWT QS Al Kautsar [108] : 2, ”Maka dirikanlah shalat karena Rabb-mu dan berkorbanlah.

Berkaitan dengan hal tersebut, dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, ada beberapa adab yang harus diperhatikan, antara lain Pertama, Niat yang benar. Menyembelih kurban harus ditujukan kepala Allah SWT semata dan tidak boleh ditujukan kepada selain-Nya. Orang yang berniat menyembelih bukan karena Allah, berarti telah melakukan perbuatan syirik akbar.

Kedua, Manajamkan pisau yang akan digunakan untuk menyembelih. Dari Daud Syadad bin Aus, beliau berkata, ”... Sesungguhnya Allah itu mewajibkan untuk berbuat baik pada sesuatu. .. Jika kalian menyembelih maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaknya kalian tajamkan pisau dan kalian buat hewan sembelihan tersebut merasa senang. (Riwayat Muslim).

Ketiga, Penyembelih dianjurkan menghadap kiblat dan menghadapkan hewan sembelihan ke arah kiblat. “Dari Nafi, sesungguhnya Ibnu Umar tidak suka memakan daging hewan yang disembelih dengan tidak menghadap kiblat“. Riwayat tersebut menunjukkan adanya anjuran untuk menghadapkan hewan yang hendak disembelih ke arah kiblat. Namun jika hal itu tidak dilakukan, daging hewan sembelihan tersebut tetap halal di makan.

Keempat, Membaca basmalah tatkala hendak menyembelih. Ini merupakan syarat yang tidak bisa gugur baik karena sengaja, lupa ataupun jahil (tidak tahu). Bila dia sengaja atau lupa atau tidak tahu sehingga tidak membaca basmalah ketika menyembelih, maka penyembelihannya dianggap tidak sah dan hewan tersebut haram dimakan. Firman Allah SWT, QS. Al An’an [6] : 121, ”Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya.”

Kelima, Yang menyembelih adalah orang yang berakal. Adapun orang gila tidak sah sembelihannya walaupun membaca basmalah, sebab tidak ada niat dan kehendak pada dirinya.

Demikianlah beberapa adab dalam penyembelihan hewan kurban. Semoga bermanfaat. *[adm]
Referensi : Suara Hidayatullah | Al Hikmah Siap Idul Adha 1432 H

Selengkapnya → Adab Menyembelih Hewan Kurban