:: Selamat Datang di Official Website Masjid Al Hikmah Toyan. Semoga bisa menjadi media berbagi dan media silaturahmi untuk saling memotivasi. Tingkatkan Ukhuwah, Jaga Istiqomah. Salam Ikhuwah. Indahnya Berbagi - Mari Menuju Kebaikan dan Perbaikan ::.
| Secara Bertahap Website Ini Akan Migrasi Ke Rumah Baru Kami | www.alhikmahtoyan.org
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Mei 2012

Sekolah, Pusat Kaderisasi

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Saat ini kita sedikit berbangga, sekolah-sekolah Islam telah tumbuh bagai jamur di musim hujan. Lebih bersyukur lagi, sekolah-sekolah Islam kini sudah banyak yang menjadi pilihan banyak orangtua.

Sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT, para pengelola sekolah Islam wajib secara terus menerus melakukan optimalisasi si segala sisi. Diantaranya, optimalisasi peran sekolah dalam melahirkan kader-kader pemimpin masa depan.

Ke depan, keberhasilan sekolah dapat diukur dari sejauhmana sekolah itu telah melahirkan alumni yang hidup di tengah-tengah masyarakat, menjadi pemimpin yang menginspirasi banyak orang. Juga, pemimpin yang berdiri di depan membawa kemajuan, kebaikan, mutu kehidupan, dan kemuliaan.

Dengan demikian, sebaik apapun sekolahnya jika tidak menghasilkan ”orang-orang berkualitas pemimpin”, sekolah itu bisa disebut gagal. Agar sekolah dapat menjadi pabrik kader, berikut diantaranya beberapa hal yang dapat dipertimbangkan.

Satu, Menanamkan Aqidah. Keimanan yang kuat akan melahirkan manusia yang memiliki integritas, keyakinan, keteguhan, sekaligus kemandirian. Orang yang beriman dan beraqidah secara benar tidak pernah ragu, sikapnya mantap, percaya diri, dan tidak mudah terpengaruh.

Kedua, Mengembangkan Orientasi Akhlak. Di bangku sekolah, setiap anak didik mendapatkan tarbiyah tentang akhlakul karimah, tidak sebatas teori tapi lebih banyak praktek dan keteladanan. Dalam hal ini, Sang Guru dapat menanamkan nilai-nila kepemimpinan yang mutlak harus dimiliki oleh setiap kader, seperti ikhlas, rendah hati, kesediaan berkorban dan pantang menyerah. Demikian juga sikap berani mengambil resiko, cermat, dan hati-hati. Tak kalah penting untuk diajarkan adalah kemauan untuk mendengar orang lain, toleran, dan berbagi.

Ketiga, Mengajarkan Life Skill. Seorang kader harus siap menghadapi situasi yang paling buruk sekalipun. Untuk itu, setiap kader dituntut memiliki dua atau tida keterampilan hidup sekaligus, sebab mereka dituntut bisa eksis dalam situasi yang berbeda dan diharapkan seorang kader bisa tetap eksis dan mandiri dalam segala situasi.

Keempat, Membantu Mengarahkan Tujuan Hidup. Bagi anak-anak, mengetahui tujuan hidup secara benar itu sangat penting. Dengan pengertian dan pemahaman yang benar, mereka dapat merencanakan hidupnya dengan pasti dan benar, tidak meraba-raba lagi. Dengan demikian tercapai efektifitas dan efisiensi. Banyak anak yang tidak memiliki rencana hidupnya karena tidak tahu tujuan hidupnya. Tugas guru adalah mengantarkan setiap anak didiknya untuk mengerti dan paham arti dan tujuan hidupnya.

Kelima, Mengenalkan Bakat dan Minat. Setiap anak dikaruniai Allah SWT kemampuan dan karakteristik yang berbeda. Bakat dan minat adalah karunia Allah SWT yang wajib disyukuri. Salah satu caranya adalah dengan mengenali potensi dasar, juga kecenderungan yang dimiliki masing-masing individu. Guru wajib menyingkap potensi fitrah tersebut, juga minat anak masing-masing. Bakat dan minat ini juga sangat penting untuk mengembangkan setiap kader. *[adm]

Referensi : Sekolah Terbaik | Gelar Minded | Sekolah sebagai Alat Transformasi Nilai

Selengkapnya → Sekolah, Pusat Kaderisasi

Senin, 30 Januari 2012

Hiasi Cinta Dengan Senyuman, Efek Senyuman Bagi Kondisi Psikologis

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Hadirnya meringankan beban, menghapus prasangka buruk, dan mengokohkan kasih sayang. Sejatinya senyum adalah jendela hati. Dari senyum kita bisa mengetahui suasana isi hati seseorang.

Senyuman yang terkembang berarti juga sebuah sinyal bagi orang lain untuk diterima kehadirannya dan diperbolehkan untuk bersama. Karena itu, mari mencoba mengingat-ingat beberapa kali sehari kita tersenyum pada pasangan.

Keberadaan pasangan dalam hidup tentu menghadirkan begitu banyak kebaikan yang hadir. Kebaikan yang mungkin telah kita ketahui macamnya dan telah terjadi bagian dari rutinitas hidup. Akan menjadi sangat mungkin, kebaikan ini menjadi tak berwarna dan bervariasi. Karena itu, senyum adalah sebuah awal untuk membuat kedekatan semakin erat dan penyubur kebaikan-kebaikan lainnya menjelma.

Karena itu, Rasulullah khusus berpesan agar setiap umatnya senantiasa berwajah cerah dan tersenyum pada suaminya atau istrinya. Bagi para istri, Nabi bersabda ”Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baiknya perbehandaraan seorang lelaki ? Yaitu Istri Shalehah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila di perintah akan menaatinya, dan bila ia pergi istrinya akan menjaga harta dan keluarganya”.

Sabda ini pun berlanjut pada kewajiban seorang suami, yaitu ”Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlak dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya”.

Senyum memang sangat besar efeknya bagi kondisi psikologis seseorang. Bisa di bayangkan jika seseorang tengah merasakan kegelisahan yang sangat, tentu senyum yang datang seakan memberi kesempatan baginya untuk menemukan jalan keluar dari masalah.

Kita tentu bisa merasakan ketika harus berangkat menuju kantor atau melakukan kegiatan menuju suatu tempat di pagi hari. Suasana jalan yang padat, berdesakan di dalam angkutan umum, dan kemacetan pastinya membuat perjalanan itu terasa sangat melelahkan.

Seulas senyum yang kita lihat dari orang lain, meski ia tak sedang senyum pada kita tentu sudah memberi warna yang berbada. Apalagi bila tersenyum itu datang dari orang yang seperjalanan dan ”sependeritaan” dengan kita. Senyum bisa menjadi awal percakapan yang menyenangkan atau paling tidak bisa sejenak melupakan kepenatan.

Sungguh, semua rutinitas ini sangat melelahkan jiwa. Alangkah indahnya bila semua rutunitas yang membelit itu dijalani dengan keceriaan dan senyum yang mengembang. Dampaknya begitu berasa.

Bagi seorang suami, bila berangkat kerja dengan di iringi do’a dan senyum, beban yang mengelayut rasanya sudah terkurangi separuh di rumah. Berganti semangat untuk mewujudkan harapan-harapan istri dan anak dirumah. Begitupun dengan sang istri yang harus berjibaku dengan pekerjaan rumah yang tak persah berganti dan berhenti.

Senyum dari Suami pasti membuat hati akan terasa lebih ringan dan suasana pun menjadi nyaman. Senyum, paling tidak, akan melegakan dan sebuah bentuk pengertian.

Senyum juga membawa dampak positif pada cara kita berpikir. Senyum yang berusaha kita hadirkan dalam kondisi seperti apapun akan membimbing kita dalam suasana yang santai dan menyanangkan. Pikiran kita akan terdorong untuk memandang kemelut yang terjadi dari sisi yang positif dan menghindarkan kita dari stress.

Otak pun akan mendorong tubuh mengeluarkan energi yang akan membangun imunitas di dalam dan di luar tubuh, memperbaiki kualitas darah, dan memperbaiki kualitas udara yang kita hirup.

Inilah luar biasanya teladan yang diberikan oleh Rasulullah. Inilah kebaikan yang tersimpan dalam sabdanya,”Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apapun, sekalipun ia hanya bermuka manis saat berjumpa saudaramu”. (Riwayat Muslim).

Karena itu, mulai saat ini, berusahalah untuk senantiasa tersenyum. Buatlah tiap ulasnya menghiasi wajah kita yang berarti kasih sayang dan kebaikan, terutama untuk pasangan kita. Wallohu A’lam. *[adm]
Referensi : Suara Hidayatullah | Membangun Kekuatan Cinta

Selengkapnya → Hiasi Cinta Dengan Senyuman, Efek Senyuman Bagi Kondisi Psikologis

Kamis, 14 Juli 2011

Video, Foto Porno HP : Apa Yang Dicari

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Setiap hari, berapa banyak video atau foto porno hasil karya anak bangsa berhasil dibuat. Beberapa saat kemudian, video atau foto itupun menghiasi halaman internet yang tentu akhirnya dapat diakses seluruh dunia.

Ironis memang, di negara yang notabene dihuni oleh penduduk muslim kurang lebih 85 %, hal seperti ini masih banyak terjadi. Melihat fenomena ini, yang kemudian perlu dipertanyakan adalah, bagaimana cara beragama kita ini. Atau, sudah seperti apa Islam ini kita peluk.

Tak salah ketika kemudian, masalah keyakinan beragama ini dipertanyakan. Toh, salah satu fungsi agama adalah sebagai kontrol terhadap tindakan manusia itu sendiri. Artinya, nilai-nilai yang ada dalam agama tersebut dapat menjadi filter atas apa yang dilakukan. Dengan alasan apapun, sudah semestinya hal itu tidak dibenarkan. Baik dengan alasan untuk koleksi pribadi atau hanya sekedar iseng.

Melihat kasus ini, kebanyakan pelaku video atau foto porno, masih tergolong usia sekolah menengah. Secara psikologi, usia ini adalah masa yang sangat riskan apabila tidak ada kontrol dan pengawasan. Dari kecenderungan negatif yang terjadi saat ini, nampaknya dapat diklasifikasikan diantaranya, akibat pertemanan yang salah, ataupun perkembangan teknologi yang sedemikian rupa.

Lingkungan dan teman bermain, memegang peranan penting dan perlu mendapat perhatian khusus. Tak ayal, ketika kemudian faktor ini akan sangat berpengaruh pada pembentukan kepribadian dan pola pikir. Faktor rasa ingin tahu yang tinggi menjadi ciri khas masa ini, dan jika tidak diarahkan dan disalurkan akan menjadi bumerang bagi si anak di kemudian hari. *[adm]

Ditulis oleh : Aan [Direktur TPA Al Hikmah Toyan]
Referensi : Teknologi Kemajuan atau Pil Pahit | Pembentukan Watak dan Karakter

Selengkapnya → Video, Foto Porno HP : Apa Yang Dicari

Rabu, 13 Juli 2011

Berpikir Besar, Ciptakan Sesuatu Yang Luar Biasa

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Hidup memang tidak pernah dapat ditebak kemana arahnya. Pun tak dapat dihindarkan dari silih bergantinya kesulitan dalam kehidupan. Kadang harus bersahabat dengan kerasnya kehidupan.

Kehidupan adalah buah dari serangkaian pilihan yang kita ambil. Memilih untuk berpikir dan bertindak biasa saja atau memilih menjadi luar biasa. QS. Ar Ra’d [13] : 11, ”Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”.

Niat yang teguh, optimisme dan keyakinan yang kuat, merupakan amunisi terbesar yang mengantarkan orang-orang besar berhasil melakukan tindakan besar pula. Langkah selanjutnya adalah membangun semangat yang tinggi. Niat yang bersih dan optimisme akan menjadi kekuatan yang dahsyat manakala dilecut dengan semangat yang tinggi.

Berpikirlah sebesar yang dapat kita pikirkan, dan lakukan sebaik mungkin dari hal sekecil apa pun yang dapat kita lakukan. Agar hal terbaik itu menjadi titian mencapai sesuatu yang besar. Kita memang tidak dapat mewujudkan hal yang besar dalam sekejap mata, tanpa peluh, payah dan perjuangan menyusun strategi satu demi satu.

Berharap, keberhasilan besar yang kita perjuangkan itu akan bisa kita nikmati di masa depan kelak, dan itu dimulai dari sekarang. Menjadikan jam demi jam yang kita miliki, hari demi hari, menjadi waktu untuk melakukan yang terbaik, demi sesuatu yang kita cita-citakan itu.

Tak mudah memang, dan yang pasti akan menguras energi serta emosi. Tapi, yakin dan berprasangkalah yang baik, bahwa apa yang kita usahakan itu akan berbuah manis kelak. Allohu A’lam. *[adm]

Ditulis oleh : Aan [Direktur TPA Al Hikmah Toyan]
Referensi : Hidayatullah | Pelaut Tangguh | Generasi Tangguh | Tanggung Jawab Atas Pilihan

Selengkapnya → Berpikir Besar, Ciptakan Sesuatu Yang Luar Biasa

Rabu, 06 Juli 2011

Menentukan Sekolah Terbaik

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Tak cukup hanya dengan lulus sekolah, bagi yang diberikan kecukupan rezeki, melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi adalah idaman.

Tahun ini, ada beberapa santri Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) Al Hikmah Toyan yang juga telah lulus dari bangku Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas. Lalu, apa yang mesti dipersiapkan untuk memastikan kita dapat memperoleh pendidikan terbaik.

Sekarang ini, nampaknya semua sekolah seakan berlomba untuk menjadi yang terbaik. Mulai dari perbaikan sarana dan prasarana, peningkatan standarisasi sekolah, tambahan kurikuler diluar kurikulum yang telah ada sampai dengan peningkatan kompetensi guru. Beberapa sekolah favorit pun telah menerapkan ujian masuk ke sekolah tersebut selain tentunya Nilai Ebta Murni (NEM) dari siswa.

Sekolah yang terbaik, dengan gedung dan fasilitas yang komplit, kegiatan harian dan kurikuler yang baik ditambah guru yang kompeten tentulah menjadi idaman semua siswa untuk menjadi bagian dari sekolah itu. Namun yang biasa, dengan konsisi seperti itu, tentu biaya pendidian pun semakin mahal. Kalau boleh memilih, tentu kita akan memilih sekolah dengan kualitas yang baik dan murah.

Lalu bagaimana memilih sekolah baru yang baik. Bagi penulis, sebaik apapun sekolah itu, satu yang pasti dan tak boleh dilupakan bahwa si anak haruslah mendapatkan pendidikan keagamaan yang baik di sekolah mereka yang baru tersebut. *[adm]

Ditulis oleh : Aan [Direktur TPA Al Hikmah Toyan]
Referensi : Mahasiswa Abadi | Power of Change | Syukuri Kelulusan

Selengkapnya → Menentukan Sekolah Terbaik

Kamis, 30 Juni 2011

Mencapai Hasil Optimal Tanpa Mengesampingkan Proses

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) Al Hikmah Toyan sebagai lembaga pendidikan informal keagamaan, selalu menerapkan Penghargaan (reward) dan Hukuman (Punishment) dalam kesehariannya.

Seringkali anak-anak takut dan patuh kepada guru mereka di sekolah. Hal ini disebabkan karena sekolah merupakan pendidikan formal, yang dengan segala peraturan dan tata tertib nya dapat mengikat semua murid untuk melaksanakan aturan tersebut.

Berbeda dengan TPA. Sebagai pendidikan informal, TPA tidak punya kekuatan yang cukup kuat untuk mengikat santrinya. Sejak didirikan pada Tahun 2004 silam, beberapa rekan yang membidani lahirnya TPA, telah berkomitmen bahwa TPA sebagai lembaga pendidikan informal namun diharapkan tetap bisa dijadikan sarana pembentukan sikap, watak, dan karakter.

Sebagai bagian dari pembentukan sikap, watak, dan karakter tersebut, strategi yang dikembangkan adalah sistem Penghargaan (reward) dan Hukuman (Punishment). Hal ini dilakukan atas dasar bahwa sistem ini dirasa efektif dalam rangka menumbuhkan semangat dan penanaman kedisiplinan.

Punishment yang diberikan tidak mutlak pada pemberian hukuman, namun lebih kepada peringatan kepada santri yang melakukan kesalahan atau kelalaian. Yang tak kalah penting, kalaupun harus ada punishment, hukuman yang diberikan tentu bersifat mendidik.

Sementara itu, reward biasanya diberikan misalnya dalam bentuk buku, pensil, penggaris, penghapus atau alat sekolah lainnya. Selain moment penerimaan rapor di setiap akhir semester, naik jilid (untuk kelas Iqro’) ataupun naik juz (untuk kelas Al Qur’an), biasanya dipergunakan untuk memberikan reward. Setiap santri yang naik jilid maupun naik juz biasanya mendapatkan kenang-kenangan berupa alat tulis.

Selain adanya semangat dari santri untuk senantiasa belajar lebih giat, diharapkan kompetisi sehat dapat tercipta. Yang perlu menjadi perhatian, bahwa dengan adanya reward dan punisment, santri diharapkan tetap dapat mencapai hasil yang optimal menghargai dan tanpa mengesampingkan proses. *[adm]

Referensi : Pembentukan Watak dan Karakter | TPA Al Hikmah Toyan | Generasi Qur’ani

Selengkapnya → Mencapai Hasil Optimal Tanpa Mengesampingkan Proses

Kamis, 23 Juni 2011

Serah Terima Tongkat Estafet Kepemimpinan Remaja Islam

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Sabtu, 18 Juni 2011, Selepas Shalat Isya’, bertempat di Lapangan Futsal, Andi Yahya akhirnya resmi menyandang gelar Ketua Remaja Islam Masjid Al Hikmah Toyan, Periode 2011 – 2012.

Malam itu, ada 2 (dua) agenda penting yang dilaksanakan. Selain serah terima jabatan, untuk menumbuhkan keakraban antar pengurus, kegiatan juga diisi dengan ice breaking dan acara santai yaitu bakar lele. Hal ini bertujuan untuk mengakrabkan diri antar pengurus yang ada, baik wajah lama maupun wajah baru.

Beberapa Remaja Islam senior malaksanakan pembakaran lele, sementara itu yang lain mengikuti kegiatan ice breaking, yang dilanjutkan dengan motivasi oleh Aan, Direktur TPA Al Hikmah, kegiatan makan bersama dan diakhiri dengan pelantikan.

Prosesi serah terima jabatan Pengurus Remaja Islam Masjid Al Hikmah Toyan tahun ini agak berbeda dari tahun sebelumnya. Sebelumnya serah terima kepengurusan ditandai dengan penyerahan buku pegangan (baik ketua, sekretaris dan bendahara). Sedangkan tahun ini serah terima dilakukan dengan pemberian lele bakar dari Dinta (ketua lama) kepada Andi (ketua baru).

Sementara itu, dalam sambutannya, Andi Yahya menyampaikan ajakan kepada seluruh pengurus yang ada, untuk secara bersama-sama membangun dan memajukan Remaja Islam. Dinta selaku ketua lama, berharap agar semua program yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya dapat dipertahankan dan ditingkatkan.

Aan, yang hadir selaku Kepala Bidang Pendidikan Takmir, dalam sambutannya, memberikan penekanan dan berharap agar remaja dapat bersinergi dengan Unit Kegiatan Masjid yang lain dalam rangka memajukan Keluarga Besar Al Hikmah Toyan.

Selamat bertugas kepada Pengurus Remaja Islam Masjid Al Hikmah Toyan Periode 2011 – 2012. Semoga dapat mengemban tugas dengan baik dan Semoga Amanah. Aamiin. *[adm]

Referensi : Resuffle Rismas | Generasi Muda Asset dan Kader | Generasi Tangguh

Selengkapnya → Serah Terima Tongkat Estafet Kepemimpinan Remaja Islam

Selasa, 21 Juni 2011

Teknologi : Antara Kemajuan Atau Pil Pahit

[alhikmahtoyan.blogspot.com] - Perkembangan teknologi yang semakin pesat, murah dan semakin mudah diakses, nampaknya menjadi permasalahan yang komplek bagi perkembangan psikologi anak masa ini, yang jika tidak segera diatasi akan membentuk opini yang akan berpengaruh pada pola pikir si anak.

Harga handphone yang semakin menurun, ditambah dengan harga kartu HP perdana yang murah bak kacang goreng, menjamurnya Internet, Game Online, Play Station, bahkan disudut desa kecil sekalipun, siaran televisi yang hampir 24 jam non stop, tanpa henti, hampir setiap hari masuk memenuhi ruangan rumah kita.

Sebuah pengalaman kecil yang luar biasa dari penulis, dalam sebuah pertemuan dengan anak-anak TPA, anak-anak justru lebih hafal dengan judul film kartun yang ada ditelevisi daripada nama 25 nabi, dan ketika diminta menyebutkan nama 12 bulan selama 1 tahun, meraka lebih hafal nama bulan JanuariDesember yang notabene adalah buatan kaum kafir, daripada Bulan MuharramDzulhijjah.

Memang, dengan kecanggihan teknologi tersebut, dunia seakan digenggaman tangan, informasi apapun yang terjadi di belahan dunia manapun, dengan cepat dapat kita akses detik itu juga. Namun, idealnya hal itu diimbangi dengan tameng diri dan pengetahuan yang cukup untuk memilah mana yang baik mana dan mana yang buruk, mana yang perlu kita ketahui dan mana yang tidak perlu. Karena itulah pengawasan, bimbingan, “iguh pratikel [jw]” dari pihak yang berkompeten sesuai porsinya sangat dibutuhkan.

Bagaimanapun mau tidak mau, suka tidak suka, inilah kenyataan yang kita hadapi sekarang. Fungsi pengawasan dan bimbingan dari orang tua dan keluarga sebagai tempat berlindung bagi anak, sudah semestinya dimaksimalkan. Lembaga pendidikan formal di sekolah harus juga optimalkan perannya. Pendidikan non formal keislaman, seperti Takmir Masjid, Taman Pendidikan Al Quran (TPA), Remaja Islam Masjid juga harus turut ambil bagian. Mari rapatkan barisan, jaga semangat, keep silaturahim, keep istiqomah. *[adm]
Ditulis oleh : Aan [Direktur TPA Al Hikmah Toyan]

Selengkapnya → Teknologi : Antara Kemajuan Atau Pil Pahit

Senin, 20 Juni 2011

Bertanggung Jawab Atas Sebuah Pilihan

[alhikmahtoyan.blogspot.com] Ada kalanya, ketika hasil atau proses atas suatu pekerjaan yang kita jalani tidak sesuai dengan yang diinginkan, seringkali kita mengatakan, "Kenapa hasilnya seperti ini, coba dulu aku memilih jalan yang itu, pasti hasilnya akan lebih baik".

Hal itu mestinya tidak perlu terjadi, ketika pertama kali pilihan itu dijatuhkan, didasari dengan pertimbangan-pertimbangan yang matang. Dalam hal ini, Islam telah mensyariatkan adanya shalat istikharoh. Banyak orang beranggapan bahwa, shalat istikharoh dilakukan bagi orang yang akan memilih pasangan hidup/menikah. Namun lebih dari itu, shalat istikharoh mestinya menjadi suatu hal yang mutlak dilakukan dalam menghadapi permasalahan apapun.

Seiring dengan telah adanya ketetapan hati atas beberapa pilihan yang ada, sejak itu pula ikhtiar dan tawakkal harus ditanamkan guna melakoni ketetapan itu. Berusaha dengan sungguh-sungguh atas pilihan tersebut, memaksimalkan segala potensi dan kemampuan yang ada.

Ketika pilihan telah dijatuhkan, usaha telah dengan optimal dilakukan, kalaupun akhirnya hasilnya kurang memuaskan, bertawakkallah kepada Sang Rahman. Tidak "nglokro [jw]", tidak perlu berkecil hati, berbesar hatilah atas hasil dari apa yang telah diusahakan. Kita telah memilih, berlatihlah untuk menerima hasil itu.

Tidak mudah memang. Namun itulah makna bertanggung jawab atas pilihan kita. Sungguh, hidup itu penuh pilihan. Kita mestinya bangga karena apa yang kita pilih itu tidak karena nafsu, emosi, namun telah dilaksanakan sesuai syariat Islam yaitu shalat istikharoh.

Pesan yang sering saya sampaikan kepada adik-adik Rismas maupun TPA, "Dik, kamu telah memilih, hargai keputusanmu itu, kemudian usahakan sekuat tenagamu, bertanggung jawablah atas pilihanmu itu, perlu komitmen dan kerja keras. Masalah hasil, itu urusan Alloh". Hasbunalloh wa ni'mal wakil, ni'mal maula wa ni'man nashir. *[adm]

Ditulis oleh : Aan [Direktur TPA Al Hikmah Toyan]

Selengkapnya → Bertanggung Jawab Atas Sebuah Pilihan

Senin, 13 Juni 2011

Kewajiban Mempersiapkan Generasi Yang Tangguh

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – QS. An Nisaa’ : 9 ”Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.”

Mempersiapkan generasi penerus yang tangguh adalah kewajiban. Baik tangguh secara ekonomi maupun yang paling penting tangguh secara keimanan. Banyak hal yang kemudian harus disiapkan untuk mencapai hal itu. Dalam hal mapan secara ekonomi, pendidikan mestinya menjadi prioritas. Mulai dari memilih sekolah yang baik sampai dengan akhirnya mendapatkan pekerjaan yang mampu menopang kehidupannya.

Tak hanya itu, secara keimanan pun anak-anak harus telah dipersiapkan menjadi pribadi yang tangguh. Penanaman nilai keislaman sejak dini murni dilakukan, memompakan semangat, sampai dengan membentuk watak dan karakter islami. Hal ini mutlak dipersiapkan, dengan demikian anak akan tumbuh dalam suasana keislaman yang baik.

Ini dilakukan dengan harapan, bahwa ketika si anak beranjak dewasa, dia akan menjadi pribadi yang tidak hanya kuat secara ekonomi namun juga tangguh secara agama. Hal lain yang juga perlu ditanamkan adalah, bahwa ketika si anak sudah mapan secara ekonomi, kemapanan itu haruslah bisa bermanfaat bagi umat lain. Artinya dia berpikir atas dirinya sendiri, dengan apa yang dia miliki dia berbagi dengan orang lain. Kemapanan dunia, dengan cerdas dia maksimalkan untuk menggapai kebahagiaan akhirat.

Janganlah menjadi generasi yang lemah secara ekonomi. Bukankah Islam telah mengajarkan kepada kita untuk menjadi pribadi yang kaya dan mapan secara ekonomi. [baca juga tulisan Membangun Kekuatan Cinta dengan Give More].

Oleh karenanya, mari persiapkan anak-anak kita menjadi generasi yang kaya, baik kaya ekonomi maupun kaya iman. Itu idealnya, namun kalaulah tidak, berharap semoga generasi penerus itu diberikan kaya iman. Aamiin. *[adm]

Referensi : Generasi Muda Asset dan Kader | Personal Excellent | Watak dan Karakter

Selengkapnya → Kewajiban Mempersiapkan Generasi Yang Tangguh

Jumat, 10 Juni 2011

Syukuri Kelulusan

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Melihat adik-adik Kelas IX, XII yang baru saja merayakan kelulusan, menjadi teringat beberapa tahun lalu, saat penulis juga melewati prosesi kelulusan itu dengan hati gembira.

Sebagai muslim yang baik, sudah selayaknya kelulusan itu disikapi dengan syukur pada Sang Maha Pemberi. Sabar dan istiqomah, tentu sudah dilakoni untuk sampai pada hari kelulusan itu.

Tak dapat dipungkiri rasa gembira mendalam pasti dirasakan adik-adik Kelas IX, XII. Tak salah tentunya, kalau kemudian luapan kegembiraan itu diwujudkan, namun mestinya kegembiraan itu diungkapkan dengan santun dan beradab.

Ungkapan kegembiraan dengan konvoi menggunakan sepeda motor sehingga mengganggu pengguna jalan yang lain semestinya dihindari. Apalagi disertai dengan minum minuman keras yang justru menimbulkan suasana yang tidak terkontrol.

Langkah yang mestinya harus segera dipikirkan adalah, apakah yang harus dilakukan setelah lulus. Bagi adik-adik yang berasal dari keluarga berkecukupan, mestinya harus sudah berpikir untuk menentukan sekolah di jenjang yang lebih tinggi, baik SMA maupun Perguruan Tinggi. Bagi yang kurang mampu, beasiswa dan sekolah kedinasan tentu bisa menjadi pilihan.

Bagi yang tidak melanjutkan pendidikan formal, bekerja tentu menjadi salah satu opsi. Tetap syukuri keadaan itu, dan sikapi bahwa kondisi itu adalah bagian dari ketetapan Allah SWT yang harus dijalani dengan suka hati. Namun yang pasti, perjalanan mencari ilmu tidak boleh berhenti sampai disitu. Allohu A’lam. *[adm]

Ditulis oleh : Aan [Direktur TPA Al Hikmah Toyan]

Selengkapnya → Syukuri Kelulusan

Kamis, 09 Juni 2011

Pelaut Tangguh (Datang) Dari Laut Yang Ganas

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Tidak semua jalan itu lurus dan mulus. Pasti ada banyak cabang disana sini, begitu juga gundukan dan lubang. Sadarilah bahwa hal itu adalah bagian dari getir manisnya kehidupan.

Dapat tersenyum atau bahkan tertawa itu keinginan semua orang. Dalam setiap kegiatan yang dilakukan, kita pasti berharap semua akan berakhir dengan senyuman indah, yang menandakan kita puas dengan apa yang telah kita perbuat.

Namun, pernahkah kita berpikir bahwa senyuman yang kita peroleh itu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari serangkaian proses. Apakah proses yang kita lakukan itu, selalu kita lewati dengan mudah, seindah senyuman kita ketika menikmati hasil itu ? Mungkin tidak.

Ada kalanya, “senyuman” yang kita peroleh itu, dilalui dengan proses yang tidak mudah, jatuh atau bahkan ”berdarah-darah”. Berbahagialah bagi orang yang jatuh, namun tidak “nglokro”, tetapi menyadari bahwa jatuh adalah bagian dari proses menuju “tersenyum” untuk kemudian mencoba menjadi lebih baik.

Banyak anak muda masa kini yang berpikir instan, berorientasi pada hasil tanpa memperdulikan proses. Contoh kecil, seorang pelajar beranggapan, tak perlu belajar yang penting bisa lulus. Mereka tak perduli apakah mereka paham atas pelajaran yang mereka peroleh disekolah atau tidak. Akhirnya mereka menggunakan segala cara agar lulus, bahkan mungkin dengan cara-cara yang curang.

Idealnya, dalam kegiatan yang kita jalani, setiap proses yang ada harus dijalani dengan segala daya dan upaya yang maksimal, selain doa tentunya. Tak perlu takut gagal dengan proses yang telah kita lakukan. Insya allah, usaha yang telah kita lakukan, akan berbanding lurus dengan hasil yang akan kita peroleh.

Adanya banyak cabang disana sini, gundukan dan lubang, jika disikapi sebagai sebuah bagian dari proses kehidupan, tentu akan membuat perjuangan itu menjadi indah. Lebih mendewasakan diri, lebih membuat kita tangguh dalam menghadapi segala permasalahan. Bukankah pelaut yang tangguh akan datang dari laut yang ganas. Allohu A’lam. *[adm]

Ditulis oleh : Aan [Direktur TPA Al Hikmah Toyan]

Selengkapnya → Pelaut Tangguh (Datang) Dari Laut Yang Ganas

Senin, 06 Juni 2011

Sabar Dan Istiqomah, Kunci Sukses Ustadz

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Sabtu, 04 Juni 2011, selepas pembelajaran Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA), kurang lebih pukul 17.20 WIB dilaksanakan breafing dan pembahasan permasalahan TPA.

Breafing dipimpin Direktur TPA Al Hikmah Toyan, Aan, dan diikuti oleh seluruh ustadz/ah TPA. Beberapa hal yang disampaikan, diantaranya bahwa berdasarkan kurikulum TPA, pada Bulan Juni ini akan dilaksanakan ujian/evaluasi belajar semester 2 Tahun Pelajaran 2010-2011.

Lebih lanjut, Aan berharap kepada ustadz/ah, agar kurikulum yang telah ada dipahami untuk kemudian menjadi acuan pembelajaran. Selain itu perlu adanya peningkatan kompetensi mengajar dari ustadz/ah. Dengan sinergi tersebut, diharapkan transfer keilmuan akan berjalan lebih optimal dan dapat diterima dengan baik oleh santri.

Dalam proses pembelajaran, pengoptimalan transfer ilmu tentu menjadi sebuah keharusan. Namun dalam pelaksanaannya, seringkali terdapat kendala, baik faktor intern (dari diri ustadz/ah sendiri) maupun faktor ekstern (santri, wali santri dan lingkungan). Beberapa saran bagi untuk ustadz/ah diantaranya :
1. Menjaga niat dan komitmen.
2. Menjaga semangat dan istiqomah.
3. Meningkatkan kompetensi mengajar.
4. Meningkatkan kemampuan substansi materi.
5. Memberikan suri tauladan yang baik.

Memang, mengajar kepada anak-anak tidaklah mudah. Dibutuhkan kesabaran. Dalam kesempatan itu juga, Aan memberikan motivasi, bahwa keimanan setiap manusia kadang naik dan turun. Suatu saat, semangat ini begitu membara. Tapi disisi lain kadang malas pun datang. Itu suatu kewajaran. Berusahalah tetap semangat, yakinlah bahwa semua hambatan dan kerikil permasalahan itu pasti akan dapat terselesaikan. Allohu A’lam. *[adm]

Selengkapnya → Sabar Dan Istiqomah, Kunci Sukses Ustadz

Sabtu, 04 Juni 2011

Personal Excellent

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – QS. At Tiin : 4, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. Kita telah diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk yang paling sempurna.

Kita juga dibekali oleh Sang Rahman dengan potensi yang luar biasa. Contoh saja, dalam setiap otak bayi yang lahir, terdapat 1 trilliun sel syaraf. Seorang Albert Einstein, yang mempunyai Intelegence Quetions 220, (masuk dalam kategori super jenius), baru menggunakan 15 % dari kapasitas otaknya.

Kemampuan kita tidak terbatas, yang membatasi kemampuan itu adalah pikiran kita sendiri. Jika kita mengatakan tidak sanggup, maka kita tidak akan sanggup. Begitu pula sebaliknya, jika kita mengatakan bisa, maka kita pasti bisa. Jika belum apa-apa kita sudah mengatakan tidak sanggup, itu berarti kita membatasi kemampuan kita.

Tugas kita adalah menjawab tantangan Allah SWT, dari kesempurnaan yang telah Dia berikan, dengan cara berusahalah untuk menjadi pribadi yang the best. Sudahkah ? *[adm]

Selengkapnya → Personal Excellent

Jumat, 03 Juni 2011

Hijrah, Power Of Change

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – QS. Al Baqarah : 218, ”Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Urgensi hijrah pada kondisi kekinian, dapat diartikan sebagai berubah menuju kearah perbaikan. Dunia ini adalah Universitas Kehidupan. Layaknya seorang mahasiswa pada sebuah Perguruan Tinggi, kita dituntut untuk selalu belajar, sehingga ketika ujian datang, kita bisa memperoleh nilai yang memuaskan dan lulus pada akhirnya nanti.

Perlu adanya Power of Change, untuk selalu memperbaiki diri. Instropeksi menjadi hal yang mutlak dilakukan. Mencari kesalahan dan kekurangan atas diri lalu menyadari kesalahan dan kekurangan tersebut, untuk kemudian memperbaikinya.

Sikap hijrah semestinya harus dipunyai dalam diri seorang muslim. Lalu sudahkah kita bermuhasabah sebagai bagian yang harus ditempuh dalam rangka tazkiyatun nafs.

Mari selalu perbaiki diri, menuju kebaikan dan perbaikan. *[adm]

Selengkapnya → Hijrah, Power Of Change

Jumat, 28 Agustus 2009

Pererat Silaturahmi Al Hikmah Toyan Luncurkan Group Fesbuk

Demam fesbuk nampaknya juga melanda Komunitas Remaja Islam Masjid, banyak rismas yang dulunya nggak punya akun fesbuk akhirnya buat. “Jadi pengen”, kata Tomy dan Guntur pengguna baru fesbuk. “Pasalnya kalau lagi ngumpul trus ngomong-ngomong jadi nggak nyambung karena yang dibicarain fesbuk. Jadi kita pengen buat”, kata wawang.

Nah ... hal itu mendorong Mas Aan untuk membuat group fesbuk. Buat temen-temen Al Hikmah khususnya dan Moslem dimana aja bisa gabung ke Group The Big Family of Al Hikmah Toyan.

Harapannya kedepan group yang direalese Sabtu, 22 Agustus 2009 itu akan diisi info seputar kegiatan masjid dan hal-hal lain terkait dunia keislaman. Semoga .... *[adm]

Selengkapnya → Pererat Silaturahmi Al Hikmah Toyan Luncurkan Group Fesbuk