:: Selamat Datang di Official Website Masjid Al Hikmah Toyan. Semoga bisa menjadi media berbagi dan media silaturahmi untuk saling memotivasi. Tingkatkan Ukhuwah, Jaga Istiqomah. Salam Ikhuwah. Indahnya Berbagi - Mari Menuju Kebaikan dan Perbaikan ::.
| Secara Bertahap Website Ini Akan Migrasi Ke Rumah Baru Kami | www.alhikmahtoyan.org

Selasa, 28 Agustus 2012

Makkah Dan Madinah, 2 Tanah Haram

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Di dunia ini terdapat 2 (dua) daerah yang mendapat sebutan khusus berupa Tanah Haram, yaitu Kota Makkah dan Madinah. Makkah adalah kota kelahiran Nabi Muhammad SAW, sedang Madinah tempat wafat beliau.

Khusus untuk penyebutan Tanah Haram Makkah, ia memiliki banyak nama dan julukan dalam ayat Al Qur’an. Sedang dalam literatur Bahasa Arab, ketika ada sesuatu yang memiliki ragam nama dalam penyebutan, hal itu menunjukkan keistimewaan dan kemuliaan sesuatu tersebut. Berikut ini adalah nama lain dari tanah yang diharamkan sekaligus disucikan tersebut.

Pertama, Makkah. Inilah nama yang paling masyhur di kalangan Umat Islam. Makkah berasal dari kata ’makka-yamukku’ yang bermakna mengeluarkan isi otak dari kerangka kepala manusia. Secara historis dengan iklim dan alam yang sangat sulit, penduduknya dahulu harus berjuang keras agar survive. Dalam riwayat lain, kenapa disebut Makkah, sebab ia akan mengeluarkan dan menghancurkan orang yang berbuat zalim didalamnya.

Kedua, Bakkah. Bakkah adalah nama lain Kota Makkah. Ada beberapa riwayat yang menerangkan penamaan tersebut. Salah satunya apa yang disebut oleh Ad Dhahhak, bahwa Bakkah berasal dari turunan kata Al Bakku yaitu sesak atau ramai. Ia disebut demikian karena tumpah ruahnya umat Islamke tanah ini ketika mereka datang beribadah dan thawaf mengelilingi Ka’bah. Dalam riwayat lain, Bakkah bermakna menghancurkan tulang belakang. Sebab, keberadaannya menjadi jaminan bagi siapa yang menentang akan terusir atau mengalami kehancuran.

Ketiga, Ummur Qura. Ibnu Katsir menjelaskan, Makkah disebut Ummul Qura, sebab ia adalah kota yang paling mulia diseluruh dunia dan paling dicintai Nabi SAW. Dalam riwayat lain, Makkah disebut Ummul Qura, karena ia menjadi induk bagi seluruh wilayah didunia ini. Ia menjadi pusat kota yang setiap tahunnya didatangi oleh jutaan manusia dari penjuru dunia. Bahkan ada pula yang menyebutnya sebagai kota tertua di dunia.

Keempat. Al Balad Al Amin. Dalam Surat At Tin [95] : 3. Ketika menafsirkan ayat tersebut, Ibnu Abbas berkata, Al Balad Al Amin adalah kota Makkah. secara tersurat Allah SWT bersumpah menjamin kota Makkah sebagai kota aman. Makkah juga akan aman serta terbebas dari Dajjal menjelang Hari Kiamat.

Kelima, Al Baldah. Nabi menyatakan jika Makkah adalah daerah yang telah disucikan langsung oleh Allah SWT. Hal tersebut juga merupakan bentuk pengabulan doa Nabi Ibrahim yang secara khusus mendoakan kota ini.

Semoga kita semua diberikan kesempatan untuk memenuhi panggilan-Nya. Berziarah ke kota suci nan aman ini dengan melaksanakan salah satu Rukun Islam yang kelima yaitu haji. Aamiin. *[adm]

Referensi : Kota Ilmu Pengetahuan | Suara Hidayatullah

Selengkapnya → Makkah Dan Madinah, 2 Tanah Haram

Senin, 27 Agustus 2012

Evaluasi Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1433 Hijriyah

[alhikmahtoyan.blogspot.com] – Sabtu, 25 Agustus 2012 bakda Shalat Ashar berjamaah, di Serambi Masjid Al Hikmah Toyan dilaksanakan Perhitungan Infak Idul Fitri 1433 Hijriyah.

Dari hasil perhitungan yang dilakukan Panitia Penyelenggaara Shalat Ied (PPSI), jamaah yang hadir mengikuti Shalat Idul Fitri pada kesempatan 1433 Hijriyah tersebut kurang lebih 14.500 orang, yaitu jamaah putra 7400 dan jamaah putri sekitar 7100 orang.

Adapun infak yang berhasil diterima Sebesar Rp. 14.579.000,- baik dari kotak infak yang diedarkan maupun yang statis dibarisan jamaah putra ataupun putri. Sedianya infak yang akan dibagikan sebesar 11.500.000,- kepada 15 Masjid dan Musholla, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wates Selatan, SD Muhammadiyah Ngestiharjo, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kecamatan Wates. Adapun sisanya akan digunakan sebagai kas dan persiapan Shalat Idul Adha 1433 Hijriyah.

Sementara itu, terkait dengan pelaksanakan Shalat Idul Fitri 1433 Hijriyah tahun ini, dilaporkan bahwa pelaksanaan Shalat berjalan lancar dan khidmat, dengan Imam dan Khatib Sutono Istiarwan dari Kalibawang, Kulon Progo.

Dalam Khutbahnya Sutono mengajak jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Memanfaatkan bulan Syawal ini sebagai bulan peningkatan setelah 1 (satu) bulan ditempa dengan amalam-amalan Ramadhan. Sutono menambahkan bahwa di 1 Syawal ini, hendaknya masing-masing pribadi mau mengiklaskan diri untuk meminta maaf dan memberi maaf kepada saudaranya sesama muslim.

”Sambunglah silaturahim kepada tetangga, keluarga, saudara baik yang dekat ataupun yang jauh, seerta handai tolan, ” Jelas Sutono. 1 Syawal adalah hari kemenangan, sambutlah dengan suka cita, tetapi dengan tidak berlebihan. *[adm]

Referensi : Idul Fitri Sebagai Momentum | Esensi Idul Fitri

Selengkapnya → Evaluasi Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1433 Hijriyah